waktu liat photo ini jadi inget jaman masih muda dulu dan sekarang masih tetep muda euy. waktu itu saya mulai menyenangi dunia web programming & desain, meski hanya sebatas hobby saja. tidak puas dengan AURACMS & ENDONESIA, saya memaksa diri untuk membuat CMS sendiri. sulitkah? ternyata tidak juga, tapi tentu saja yang bikin males adalah kalau misalnya ada masalah trus harus update sendiri scriptnya, muales banget deh. palagi waktu itu kesibukan nyari duit buat biaya kuliah haruslah tetap jalan, dan belum lagi aktivitas di organisasi yang seabrek.
semuanya mulai berubah ketika saya berkenalan dengan JOOMLA. makhluk yang satu ini terlihat sangat cantik dan menarik di mata saya. mulailah saya mencoba mengenalnya lebih dekat luar (front end) dan dalam (back end). berbagai usaha saya lakukan, sampai-sampai membeli buku Mastering CMS with Mambo/Joomla di foto itu. sayang sekali, ketertarikan saya tiba-tiba berkurang. di mata saya joomla sangatlah kaku, baju yang dia gunakan (format template) terkesan kaku sehingga saya kesulitan mencari dan membuat template yang pas dan menarik di mata saya. akhirnya, saya pelan-pelan meninggalkan joomla. padahal sebenarnya masalahnya cuma satu, SAYA TIDAK MENGERTI CSS.
suatu saat saya tidak sengaja berkenalan dengan WORDPRESS. awalnya dia sangatlah tidak menarik buat saya. melihat tampilan dashboard-nya yang begitu sederhana membuat saya sempat menyepelekan dirinya. namun, saya tidak ingin kecewa tiga kali. pelan tapi pasti saya mencoba melihat apa yang bisa WORDPRESS lakukan, mencoba menerima dia apa adanya. dan WORDPRESS pun pelan tapi pasti menunjukkan kelebihannya dibandingkan gadis-gadis CMS yang lain. bahkan akhirnya saya pun menjadi sangat paham dengan CSS setelah berkenalan dengan WP. saya pun sudah bisa membuatkan baju (WP theme) yang menarik buat dirinya hanya dengan bantuan Notepad++. beberapa WP plugin pun sempat saya buat meski sampai sekarang tidak pernah saya publikasikan.
ya, memang benar, belajar itu butuh proses dan waktu. kita tidak harus menyerah dengan ketidakbisaan kita. semua manusia diberi otak, potensi yang sangat luar biasa. tidak ada yang namanya idiot, bodoh, lemot, berpendidikan rendah, dan semacamnya. tinggal kembali apakah diri kita mau belajar menjadi seorang pembelajar yang baik.
kalian setuju?














setuju banget mas… memang semuanya butuh proses dan waktu….sip deh posting nya…